Senin, 08 Agustus 2011

MENAWARKAN KONSEP PENDIDIKAN BERKARAKTER DAN BERWAWASAN POTENSI (1)

DASAR FILOSOFI
1. Pendidikan Adalah sebagian Hak Asasi Manusia
2. Pendidikan Sebuah Proses yang Berlangsung sepanjang Hayat
3. Semua Tempat dapat dijadikan Sekolah
4. Semua Orang dapat dijadikan Guru
5. Negara sangat tergantung pada Mutu SDM sebagai out-put pendidikan
6. Setiap Wilayah Memiliki Potensi Yang berbeda dengan Berbagai Karateristik yang memerlukan pendekatan berbeda.

BENTUK DAN MAKSUD DILAKSANAKANNYA PENDIDIKAN
  1. INFORMAL
  2. NONFORMAL
  3. FORMAL
TARGET PENDIDIKAN

  • Berguna Bagi Dirinya
  • Berguna Bagi Orang Lain
  • Berguna Bagi Lingkungan
TUJUAN PENDIDIKAN

KESEJAHTERAAN HIDUP BERSAMA YANG BERKEADILAN

  • Berguna Bagi Dirinya
  • Berguna Bagi Orang Lain
  • Berguna Bagi Lingkungan
Agar Mencapai 3 Target diatas diperlukan ;
I. WATAK yang terdiri dari
  • mental
  • spritual
II. KEPRIBADIAN
  • Simpati
  • empati
Sehingga proses  Pendidikan tersebut menghasilkan output ;
MANUSIA BERKARAKTER

WATAK YANG MEMILIKI UNSUR ;
  • mentalitas
  • Spiritualitas
  • Moralitas
akan teraplikasi dalam bentuk ;
  • kemandirian
  • ketangguhan
SEDANGKAN KEPRIBADIAN YANG MEMILIKI ELEMEN ;
  • simpati
  • empati
akan menghasilkan sifat dan tindak tanduk ;

  • rasa kepedulian sosial
  • tanggungjawab sosial
  • tindakan sosial
-  KEMANDIRIAN DAN KETANGGUHAN MEMERLUKAN SYARAT-SYARAT ;
BERPENGETAHUAN MENCAKUP
  • SCIENCE
  • TECHNOLOGI
BERKETERAMPILAN YANG DAPAT
  • MENGINFORMASIKAN
  • MENTRANSFORMASIKAN
  • MELAKUKAN
BERBUDI PEKERTI YAKNI
  • TAAT ASAS
  • TAAT HUKUM
Untuk menunjang terwujudnya pilar-pilar diatas maka isi kurikulum yang dapat disebut Pendidikan Berkarakter itu harus mengandung

Pendidikan Keagamaan dengan wawasan ;
Pemahaman Nilai-nilai Universal dari seluruh Agama yang bisa mempersatukan manusia dalam Kebersamaan Menjalani Kehidupan.
Pendidikan Multikultur dengan wawasan ;
  • Pengenalan & Pemahaman Budaya Berbagai Masyarakat Adat di Indonesia
  • Pengenalan & Pemahaman terhadap Hukum-hukum dasar yang hidup didalam masyarakat Indonesia
Pendidikan Kemasyarakatan dengan wawasan ;
  • Pengalaman Hidup Berkelompok
  • Pengalaman Hidup Berorganisasi
  • Pemahaman Konsep Koperasi dan Sistem Perekonomian Indonesia menurut UUD 1945
PROSESING PENDIDIKAN ITU MELIBATKAN UNSUR :
  • Manusia
  • Sistem
  • Kualitas
Ketiga Unsur itu akan menentukan apakah pendidikan itu ;
1. BAIK jika demikian maka akan ;
    BERHASIL
2. BURUK jika demikian maka akan ;
    GAGAL

INDIKATOR PENDIDIKAN YANG BAIK DAN BERHASIL ITU :

BISA MENCIPTAKAN
  1. KONDISI KEHIDUPAN SOSIAL BANGSA LEBIH BAIK
  2. KONDISI KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT LEBIH BAIK
  3. KONDISI KEHIDUPAN SOSIAL KELUARGA LEBIH BAIK
DARI APA YANG ADA SEBELUMNYA (IDEALISME PENDIDIKAN).

PENAWARAN KONSEPSI PEMBAHARUAN PENDIDIKAN

Pendidikan Berkarakter dapat dilaksanakan dalam 2 bentuk ;

1. Nonformal

    Peserta Pendidikan Nonformal ;
    Kelompok Usia Sekolah
  •    Tamat/tidak tamat SD/tidak melanjut
  •    Tamat/tidak tamat SMP/tidak melanjut
    Kelompok Drop-Out
 • Tamat/tidak tamat SMA

2. Formal kita menyebutnya SMBP (Sekolah Menengah Berbasis Potensi)
    Peserta Pendidikan formal ;
  •     Tamatan SD dan akan melanjut
  •     Tamatan SMP dan akan melanjut

CITA-CITA TERHADAP PENDIDIKAN KEDEPAN
  • Pendidikan yang berkualitas
  • Pendidikan yang berkarakter
  • Pendidikan yang dapat mensejahterakan kehidupan Rakyat
  • Pendidikan yang dapat Mengangkat Harkat dan Martabat Bangsa Indonesia
PENDIDIKAN BERKARAKTER BISA DIARTIKAN :
  • MEMILIKI KECIRIAN KHUSUS YANG MEMBEDAKANNYA DENGAN YANG LAIN
  • MEMADUKAN POTENSI WILAYAH DENGAN POTENSI PENDUDUK
  • FOKUS PADA KEANEKAGARAMAN SUMBERDAYA ALAM DAN SUMBERDAYA MANUSIA YANG DIMILIKI INDONESIA.
Penyesuaian antara potensi wilayah dengan potensi penduduk akan menghasilkan berdirinya sekolah-sekolah yang tidak mesti sama disemua wilayah.Hal ini berarti sekolah-sekolah formal cenderung mengarah pada sekolah kejuruan seperti SMK, perbedaannya adalah sekolah kejuruan yang dimaksudkan disini lebih fokus pada potensi wilayah yang dapat dikembangkan sebagai sumberdaya ekonomi dalam jangka waktu yang cukup panjang.

Dengan cara pandang seperti ini maka wilayah-wilayah pertanian atau perikanan dimungkinkan untuk memiliki sekolah-sekolah kejuruan yang terkonsentrasi dibidang pertanian dan perikanan.
Pada era tahun 1980 suasana dunia pendidikan seperti ini pernah ada, misalkan adanya SPG (sekolah pendidikan guru), SPMA (sekolah menengah pertanian atas), dsb. Namun belum menjangkau persoalan kesesuaian dengan potensi wilayah (secara geografis).
Berbagai nilai strategis dari pelaksanaan pendidikan berbasis potensi wilayah dan potensi penduduk ini diantaranya adalah ;
  • Ketersediaan bahan-bahan pokok yang dibutuhkan untuk media pembelajaran
  • Kesesuaian wilayah dalam mendukung program pendidikan
  • Kultur masyarakat yang cenderung mempengaruhi percepatan pencapaian tujuanpendidikan
  • Harapan akan tersedianya SDM yang dihasilkan oleh sekolah dan dibutuhkan daerah relatif dapatterwujud.
  • Orientasi sekolah semakin jelas dan mendorong terwujudnya motivasi yang jelas dari setiap orangtua dalam menyekolahkan anak-anaknya, atau dengan kata lain orangtua lebih siap dalam menyekolahkananak-anaknya.
  • Setiap daerah akan memiliki keunggulan tersendiri dan memacu pergerakan pendidikan yang kompetitifdan kualitatif.
Didedikasikan Untuk Alm.Ayahandaku Muhammad Yahya Sinaga BA
yang semasa hidupnya mengabdi untuk pendidikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar