Senin, 08 Agustus 2011

ANAK-ANAK MUDA ITU...

Anak-anak Muda disanjung,anak-anak Muda disuruh kedepan,anak-anak Muda dibakar emosinya disulut darahnya...
Kata mereka demi masa depan bangsa, kata mereka demi masa depan mereka, kata mereka..."kalau bukan kalian siapa lagi, kami hanya tinggal menunggu waktu".

Anak-anak Muda berteriak mengepalkan tangan,berlari memanjat atap gedung DPR,merentangkan dadanya siap untuk ditembak. Anak-anak Muda terkapar bergelimpangan,jacketnya berlumuran darah membanjiri teras gedung rakyat. Anak-anak Muda meratap sesudahnya tak tahu harus mengadukan nasibnya kepada siapa. Anak-anak Muda berbaris pulang kekampusnya meninggalkan semua harapan ditangga gedung DPR, esok mereka akan menghadapi ujian, sampai disitu tugas mereka..."menyuarakan kehendak rakyat". Itu kemaren ketika mereka marah atas perilaku orang-orang tua yang memimpin ketika itu.

Hari ini.......anak-anak Muda disingkirkan, anak-anak muda dikhianati,anak-anak Muda diabaikan,anak-anak Muda ditinggalkan karena evoria sudah berlalu. Mereka tak sempat memperhatikan kebohongan karena mereka asik merenungi kegagalannya dalam ujian,karena mereka dilanda kebingungan mau bayar uang kuliah pakai apa,karena mereka bingung mengapa adiknya tak bisa kuliah karena tingginya biaya untuk itu,karena birokrasi untuk kesitu terlalu rumit, karena adiministrasi untuk itu berbelit-belit,karena jatah kursi utk orang berkekurangan dirampas orang-orang kaya.

Anak-anak Muda marah,mereka bakar kampusnya,mereka maki semua wakilnya,mereka rangsek semua petugas yang sejak reformasi menjadi lawan mereka, marah mereka membabi buta tidak tahu kemana ditujukan,kebohongan yang awalnya kurang diperhatikan kini kembali disadari...orang-orangtua yang membakar darah mereka,yang mendorong amarah mereka untuk memanjat atap gedung DPR itu kini ketawa-ketiwi diberbagai posisi,tanpa mencecerkan setetes darahpun, tanpa mengalirkan airmata setetespun, ketawa-ketiwi tanpa pernah merasa berdosa.

Mereka orang-orang tua yang mengeksploitasi anak-anak muda itu sekarang berkehendak mengulang peristiwa kemaren mengingat batas kekuasaan hampir habis dan perlombaan akan dilakukan kembali,

Anak-anak Muda itu mulai dilirik,anak-anak Muda itu akankah kembali mengulangi kesalahan dalam memperjuangkan reformasi, akankah mengulang peristiwa pembohongan publik lagi, akankah ada anak-anak Muda yang hilang lagi, akankah ada anak-anak Muda yang tewas lagi...

Anak-anak Muda selalu menarik untuk dijadikan tumbal politik,kemurnian jiwanya tidak meminta imbalan kedudukan dan jabatan,kemurniannya terkadang menjadi argumentasi tawar menawar politik dan kekuasaan yang sangat menguntungkan,anak-anak Muda yang tulus itu dikorbankan,dibunuh,disiksa,...oleh mereka orang-orang pengaku pejuang reformasi itu.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar